Proses Belajar Pesantren di Jatim Tunggu Persetujuan Tim Covid-19 Daerah
Khofifah mengatakan, kehati-hatian ini perlu untuk mencegah penularan baru Covid-19 di pesantren. Pasalnya, santri di pesantren berasal dari berbagai daerah. “Bisa saja lingkungan sekitar pondok zona kuning atau bahkan hijau. Tetapi, santrinya kan dari mana-mana. Apalagi, interaksi sosial mereka sangat erat,” ujarnya.
Karena itu dia berharap semua pihak untuk tetap waspada dan berhati-hati. Selain kesiapan Tim Covid-19 di internal pesantren, santri yang hendak masuk juga harus dipastikan sehat dan diupdate oleh pengasuh pesantren.
“Selain itu, mereka juga harus melihat peta terakhir Covid-19,” katanya.
Sementara itu, untuk membantu kesiapan pesantren memulai proses belajar, Pemprov Jatim telah mengirimkan bantuan alat penegakan protokol kesehatan untuk 168 pesantren di Jatim.
Bantuan tersebut berupa masker kain, sprayer elektrik (alat penyemprot disinfektan), baju hazmat (alat pelindung diri), thermal gun (alat pengukur suhu badan), hand sanitizer, lysol, kacamata goggle, face shield, sepatu boot, tempat cuci tangan dan sarung tangan lateks.
Selain itu, semua ponpes juga diberi vitamin C, paket sembako dan dompet kesehatan Covid-19.
Editor: Ihya Ulumuddin