Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jejak Airlangga, Sang Raja Besar Jawa di Kerajaan Kahuripan dan Kediri
Advertisement . Scroll to see content

Politik Balas Budi Ken Arok usai Hancurkan Kerajaan Kediri

Senin, 07 April 2025 - 08:27:00 WIB
Politik Balas Budi Ken Arok usai Hancurkan Kerajaan Kediri
Patung Ken Arok, pendiri kerajaan Singasari. (istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Politik balas budi sudah muncul sejak era kerajaan di Nusantara, seperti yang dilakukan oleh Ken Arok penguasa Tumapel atau Singasari. Bahkan tercatat Ken Arok mengangkat beberapa pengikutnya sebagai pejabat istana Tumapel, termasuk penasihat agamanya usai menghancurkan Kerajaan Kediri.

Pertempuran antara Tumapel dan Kediri terjadi di Desa Ganter. Dalam pertempuran ini Kertajaya harus mengakui kekalahannya. Bahkan, adik kandung Kertajaya penguasa Kediri bernama Mahisa Walungan dan Gubar Baleman menjadi korban jiwa.

Sumber lain bahkan menyebut, kekalahan Kertajaya dari Ken Arok membuat adik perempuannya Dewi Amisam, Dewi Hasin dan Dewi Paja melakukan bunuh diri.

Seusai peperangan, riwayat Kerajaan Kediri tamat akibat sang rajanya juga tewas. Hal ini membuat Ken Arok memutuskan mengambil alih tahta dan membuat kerajaan baru. Kerajaan berkedudukan di Tumapel, tak jauh dari wilayah Daha, ibu kota Kerajaan Kediri ini. 

Ken Arok pun naik tahta mendeklarasikan diri sebagai raja pertama sekaligus pendiri kerajaan. Ken Arok memusatkan pusat pemerintahan Tumapel di Kutaraja, yang kini masuk wilayah Malang, Jawa Timur sebagaimana dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi, Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita".

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut