Perilaku Penyerang Polsek Wonokromo Berubah usai Merantau dan Ikut Pengajian
Menurut Hamzah, perilaku aneh Imam Mustofa mulai muncul setelah merantau ke Jakarta tepatnya pada 2014 lalu. Selama satu tahun merantau di Ibu Kota, pelaku kemudian kembali ke Madura dan merantau lagi ke Surabaya.
“Kami konfirmasi ke adiknya, kebetulan jadi ustazah juga di sini (Ponpes Al Amin). Katanya, tidak ada perubahan karakter setelah lulus. Sejak 2007 sampai 2014 tidak ada perubahan perilaku sama sekali, masih sama seperti santri. Baru setelah merantau ke Jakarta, mulai ada keanehan,” katanya.
Keanehan peilaku Imam Mustofa, kata Hamzah, semakin terlihat ketika menikah dengan perempuan bercadar dan bergabung kelompok pengajian.
“Perubahan (perilaku) itu waktu ikut pengajian. Ini yang perlu ditelusuri dan penampilannya mulai berbeda. Istrinya mulai pakai cadar. Imam juga sering mengingatkan orang tuanya yang macam-macam. Itu juga membuat orang tuanya sering mengingatkan jangan terjerumus ke radikalisme,” paparnya.
Hamzah hanya berharap dan berdoa pelaku mendapat hidayah dan kembali ke ajaran Islam yang benar tanpa melakukan kekerasan atau tindakan yang melanggar hukum maupun agama. “Kita hanya berdoa lah mudah-mudahan anak kita itu (pelaku) diberi hidayah,” ujarnya.