Pemuda di Banyuwangi Hilangkan Ketergantungan Napza dengan Terapi Musik
"Iya dulu saya pakai obat selama tiga tahun. Tidak ada rehabilitasi, hanya sibuk main musik saja," ujar pemuda berusia 22 tahun ini.
Mengapa bisa berhenti? Kata dia, lantaran sibuk menghafal not musik, sehingga rasa candu bisa dialihkan ke hal-hal lain. Motivasi lainnya, bila dapat panggilan, mereka dapat uang, sedangkan beli obat-obatan hanya buang-buang uang.
Sanggar Damar Kawitan Satrio Toto Sembodo diinisiasi oleh bekas pecandu narkotik, Mulyono (37). Dia berhasil sembuh juga karena mengalihkan rasa ketergantungannya lewat seni.

Mulyono, pemilik sanggar yang juga membantu remaja di desanya mengalihkan ketergantungan Napza. (Foto: iNews.id/AM Ikhbal).
"Makanya saya mau ajak adik-adik bekas pemakai ini untuk ikut berkreasi. Kalau saya dulu suka membuat kesenian barong, mereka lebih cocok untuk pentas," ujar Mulyono.