Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka
Advertisement . Scroll to see content

Patroli PPKM Darurat di Bulak Banteng Surabaya Rusuh, Polisi Buru Provokator

Senin, 12 Juli 2021 - 12:50:00 WIB
Patroli PPKM Darurat di Bulak Banteng Surabaya Rusuh, Polisi Buru Provokator
Kerusuhan terjadi saat patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bulak Banteng, Surabaya, diwarnai kerusuhan, Sabtu (10/7/2021) malam. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

"Hari ini kami juga memberikan bantuan sembako di daerah Bulak Banteng," kata Gatot. 

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengajak masyarakat untuk taat dan patuh dengan kebijakan PPKM Darurat. Pemerintah tidak melarang berdagang, namun selama kebijakan belum dicabut, dia meminta supaya mengikuti aturan mainnya. 

"Yang jualan boleh tapi dibungkus jangan makan di tempat. Ingat banyak pasien yang perlu disembuhkan. Kita bantu para dokter dan tenaga medis," kata Nico. 

Diketahui, sebelumnya penutupan jalan terkait PPKM Darurat mendapatkan perlawanan warga di kawasan Bulak Banteng, Surabaya dan videonya beredar luas. Dalam video berdurasi satu menit itu, mobil Satgas Gabungan dari kepolisian dikejar warga dan disuruh untuk meninggalkan Bulak Banteng. Para warga keluar rumah, termasuk pemilik toko maupun warung yang melontarkan kata-kata kasar pada petugas.

“Cepat pergi dari sini, ayo semuanya keluar rumah,” kata salah satu warga yang terdengar lantang.

Kericuhan itu terjadi Sabtu (10/7/2021) malam, ketika Satgas Gabungan melakukan patroli dan penertiban warga yang melanggar aturan PPKM Darurat. Warga pun melempar batu ke arah mobil patroli milik Kepolisian. Sambil terus bergerak, para warga melakukan mobilisasi warga lainnya untuk ikut mengusir satgas. 

Dari video itu juga terlihat beberapa warga ada yang tidak memakai masker. Mereka juga bergerombol untuk mendesak ke arah mobil serta mendorong mereka untuk keluar dari kawasan itu.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut