Partai Fasis Pernah Lahir di Indonesia meski Hanya Seumur Jagung, Ini Kisahnya
Soetatmo Soerjokoesoemo juga merupakan anggota Indische Partij (IP) dan anggota Komite Bumiputra pada 1913. Dia juga pimpinan Adhi Darma, keluarga Pakualaman yang didirikan Soerjopranoto, kakak kandung Ki Hajar Dewantara.
Soetatmo yang wafat pada tahun 1924 juga tercatat sebagai pengurus pusat Budi Utomo. Pada tahun 1918, Soetatmo sebagai penganjur "nasionalisme Jawa" pernah bersilang pendapat keras dengan Dr Tjipto Mangoenkoesoemo yang penganjur "nasionalisme Hindia".
Begitu juga dengan Notonindito dan PFInya, langsung mendapat serangan keras dari kaum pergerakan melalui media massa. Surat kabar Pemandangan salah satu yang menyerang keras.
Begitu juga dengan koran Adil. Notonindito dan PFI dituding telah merendahkan kesadaran rakyat Hindia Belanda yang tengah memperjuangkan hak-haknya. “..telah direndahkan untuk menyerahkan nasibnya kepada segolongan kecil kaum bangsawan dan intelektual”.
Surat kabar Menjala, organ PNI bersuara tidak kalah lantang dalam mencela Notonindito dan PFInya. Aktivis PNI mengatakan rakyat Indonesia bergerak bukan karena aroma asap kemenyan atau karena bunyi gamelan ketoprak.