Partai Fasis Pernah Lahir di Indonesia meski Hanya Seumur Jagung, Ini Kisahnya
PFI memiliki gagasan mendirikan federasi antarkerajaan. Ini yang membedakan dengan Nazi Jerman yang menginginkan negara korporasi. PFI bercita-cita membangun kembali kerajaan-kerajaan di Jawa, seperti Majapahit dan Mataram, Sriwijaya di Sumatera dan kerajaan-kerajaan di Kalimantan.
PFI bercita-cita menyatukan antarkerajaan ke dalam wadah federasi. "PFI menghendaki sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang raja. Sedangkan Nazi menghendaki kekuasaan partai tunggal, yaitu Partai Nazi," tulis Wilson.
Para aktivis pergerakan langsung menyamakan ide-ide PFI yang diusung dalam retorika politik Notonindito dengan ide Komite Nasionalisme Jawa yang berdiri tahun 1914.
Surat kabar Pemandangan yang pada 29 Juli 1933 menurunkan laporan khusus dengan menyebut ide PFI kelanjutan pemikiran pemimpin Komite Nasionalis Jawa Soetatmo Soerjokoesoemo. Nasionalisme Jawa kembali muncul dengan muka baru, tapi gagasan lama. “Pergerakan yang semacam fasisme Italia itu,” tulisnya.
Soetatmo Soerjokoesoemo, pendiri Komite Nasionalisme Jawa lahir 1888 dan berasal dari keluarga Paku Alam di Yogyakarta. Seluruh anggota eksekutif Komite Nasionalisme Jawa yakni generasi muda Budi Utomo (BU).