Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cap Go Meh Manado Dipadati Ribuan Warga, 10 Tangsin Tampilkan Atraksi Ekstrem
Advertisement . Scroll to see content

Nasib Pilu Warga Tionghoa di Awal Kemerdekaan, Tak Bisa Rayakan Imlek karena Menderita

Jumat, 28 Januari 2022 - 15:10:00 WIB
Nasib Pilu Warga Tionghoa di Awal Kemerdekaan, Tak Bisa Rayakan Imlek karena Menderita
Kampung Pecinan lama di Surabaya. (foto repro) .
Advertisement . Scroll to see content

Orang-orang Tionghoa menganggap sangat keterlaluan bila mereka bergembira, sementara saudara-saudara mereka sedang tertimpa bencana. Bahkan banyak yang kehilangan harta dan jiwa sanak familinya. “Maka tahun baru Imlek waktu itu tidak mereka rayakan," kata Marcus AS.

Pada tahun 1948, Imlek juga belum bisa dirayakan. Orang-orang Tionghoa yang belum menjadi warga negara Indonesia terbebani perang saudara yang berkecamuk di Tiongkok.

Harapan mereka tentang cita-cita “Satu Tiongkok” makmur, buyar. Begitu juga dengan tahun 1949. Belanda melancarkan agresi militer ke dua dan banyak orang Tionghoa menjadi korban.

Tidak sedikit rumah-rumah orang Tionghoa dibakar. Banyak yang kehilangan harta, nyawa maupun sanak famili. Banyak yang kemudian tidak memiliki tempat tinggal, bercerai dan kehilangan anak.

Beribu-ribu orang berada dalam situasi mencekam sekaligus kekurangan sandang pangan. "Tahun baru (Imlek) masih dianggap tidak pantas untuk dirayakan," kata Marcus AS.

Lepas dari tahun 1949, situasi Indonesia berangsur-angsur membaik, sehingga pada saat itu orang-orang Tionghoa mulai berani merayakan tahun baru Imlek, meskipun tidak secara besar-besaran.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut