Meningkatkan Harapan, Memperindah Tampilan: Kisah Pasien Penerima Bola Mata Palsu di RSBS Jember
“Waktu lahir sudah kelihatan besar. Namun saat masuk SD kempes sendiri. Pernah periksa ke dokter, katanya saraf matanya sudah tidak berfungsi,” ungkap Sukisyani (62), sang ibu.
April 2023 lalu, sebenarnya Fahrul sempat memakai bola mata palsu, selama dua bulan. Tapi ia merasa tidak nyaman. Kelopak mata sampai bengkak dan terus mengeluarkan air mata. Pelajar kelas 11 SMK ini pun sempat menangis kepada sang ibu, hingga merasa trauma.
Sukisyani juga bercerita, saat awal masuk SMK, anaknya pernah mendapat perundungan dari kakak kelasnya. Bahkan, Fahrul sampai down. Hingga menyampaikan kepada keluarga tak ingin melanjutkan kuliah selepas lulus SMK.
“Saat diberitahu ada program pemasangan bola mata palsu ini ia juga menolak. Namun, terus saya rayu hingga mau lagi. Saudaranya juga memotivasi. Kami khawatir tentang masa depannya, takut nggak dapat kerja,” tutur ibu lima anak tersebut.
Ia berharap, anaknya cocok dengan bola mata palsu ini. Nyaman digunakan dan tidak ada efek samping. Seperti tetangganya yang pernah mengikuti program serupa dari rumah sakit yang sama. “Biar anak saya senang dan lebih semangat, serta makin percaya diri,” ucapnya.
Editor: Mahrus Sholih