Meningkatkan Harapan, Memperindah Tampilan: Kisah Pasien Penerima Bola Mata Palsu di RSBS Jember
“Semoga prosesnya nanti lancar dan bisa bekerja kembali. Saya biasanya bekerja di luar kota. Dan baru dua bulan ini tinggal di rumah,” ucap putra pasangan Sariman dan Asnipah tersebut.
Asnipah, sang ibu, berkisah, saat berumur dua tahun, bola mata kiri anaknya tersebut terus mengeluarkan air mata. Bahkan, makin membesar seiring bertambahnya usia.
Ia pun segera memeriksakan kondisi buah hatinya itu ke rumah sakit. Oleh tim medis, putranya ini divonis mengidap tumor dan harus segera dioperasi. “Waktu itu Gufron berumur empat tahun. Dan harus segera dioperasi. jika tidak, dikhawatirkan merembet ke mata sebelah kanan, bebernya.
Lama tak memiliki bola mata, tiba-tiba anaknya itu mendapat kabar gembira. Bersama paman dan pakde, sang ibu menemani Gufron pergi ke rumah sakit. Mendaftar sebagai calon penerima bola mata palsu. “Saya ingin anak saya tampil lebih baik, sama dengan teman-temannya,” harap Asnipa.
Kondisi yang sama juga dialami Fahrul Falanta Setyawan. Remaja 16 tahun asal Dusun Kaligondo, Desa Selorejo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Sejak masih balita, bungsu dari lima bersaudara ini mengalami pembesaran bola mata.