Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arkeolog Temukan Situs Majapahit di Bawah Jalan Desa Mojokerto, Begini Wujudnya
Advertisement . Scroll to see content

Masa Kemunduran Majapahit, Kalah Diserang Kerajaan Keling

Sabtu, 27 April 2024 - 06:20:00 WIB
Masa Kemunduran Majapahit, Kalah Diserang Kerajaan Keling
Ilustrasi Kerajaan Majapahit. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Konon Kerajaan Keling ini berada di sisi utara dari Kerajaan Majapahit. Hal ini tergambarkan adanya informasi Majapahit mendapat serangan dari arah utara, kendati tak diketahui dengan pasti apa alasan peperangan tersebut. Tapi kemungkinan besar Slamet Muljana menafsirkan adanya perebutan kekuasaan antara Keling dan Majapahit. 

Akibat kekalahan perang dari Keling ini, status ibu kota kerajaan berakhir. Majapahit akhirnya menjadi negara bawahan Keling.

Sebaliknya status Keling berubah dari negara bawahan menjadi ibu kota kerajaan. Konon saat itu Majapahit dipimpin oleh Girindrawardhana Dyah Ranawijaya, namun sudah menjadi wilayah bawahan dari Keling sebagaimana pernyataan di Prasasti Jiyu.

Pada prasasti itu menyebutkan, Girindrawardhana Dyah Ranawijaya yang menggunakan gelar Cri Wilwatiktapura Janggala Kadiri Prabhu Natha ialah Bhatara Keling. Dalam gelar itu toponim Majapahit disejajarkan dengan toponim Janggala dan Kediri yang dikuasai oleh Keling. 

Pada tahun 1486, Majapahit telah menjadi negara bawahan Keling. Keling terletak di sebelah timur Kediri, dekat Pare. Ungkapan Cri Maharaja Sri Wilwatiktapura Janggala Kadiri Prabhu Natha Bhatara i Keling hanya dapat ditafsirkan bahwa Grindrawardhana Dyah Ranawijaya Bhatara Keling sebagai maharaja menguasai Majapahit, Janggala dan Kediri, Dyah Ranawijaya bersemayam di Keling, tidak di Majapahit seperti ditafsirkan hingga sekarang.

Bahwa Girindrawardhana Dyah Ranawijaya bukanlah raja Majapahit, melainkan raja Keling, dari gelar yang digunakan selama bertahta. Dari gelar itu jelas bahwa Majapahit disejajarkan dengan Janggala dan Kediri.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut