Kisah Tribhuwana Wijayatunggadewi Naik Takhta, Gadis Anggun yang Jadi Raja Majapahit
Pentahbisan dan penobatan Tribhuwana sebagai ratu dan juga upacara perkawinannya digelar megah. Sedikit penyesuaian protokoler agar statusnya sebagai penguasa perempuan tetap terlihat.
Setahun kemudian, pernikahan adik Tribhuwana, Rajadewi Maharajasa juga digelar tanpa kesulitan berarti karena ia bukan Kepala Negara.
Gayatri lega karena kerajaan maupun khalayak pada umumnya menyambut hangat pengangkatan sang ratu muda, setelah beberapa dasawarsa hidup dengan konflik dan pemberontakan yang memakan banyak korban di kedua belah pihak.
Semua orang merasa lelah. Khalayak menyambut kesempatan ini untuk membuka lembaran baru serta bersatu-padu mendukung pasangan rupawan kerajaan yang melambangkan sebuah awalan baru dan kesatuan cita-cita nasional yang telah lama dinanti.
Namun Gayatri masih dalam rasa penyesalannya usai merencanakan pembunuhan ke Jayanagara. Kendati dia melakukan hal itu karena melindungi anak-anaknya dan keuntungan pribadinya.
Berkat pertimbangan Gajah Mada, semua peralihan kekuasaan di Majapahit beralih dengan lancar kendati diiringi pertumpahan darah.
Editor: Reza Yunanto