Kisah Munasir, Kiai Komandan Pasukan Berani Mati yang Bikin Ciut Nyali Pasukan Belanda
Batalyon di bawah Mayor KH Munasir Ali selalu mendapatkan tugas berat. Keahlian dalam perang gerilya menjadi alasan pasukan ini mampu menghajar para pasukan Belanda yang ingin menguasai Mojokerto. Tak heran pasukan ini dinamakan Tjondromowo yang terinspirasi dari kucing kembang telon.
Berdasarkan cerita yang dia dengar, KH Munasir Ali aksi paling spektakuler yang dilakukan Batalyon Tjondromowo di bawah komando KH Munasir, yakni ketika ketika KH Hasyim Asy'ari menginstruksikan santri-santri Tebuireng untuk berjihad melawan sekutu di Surabaya. Pascakeluarnya resolusi jihad, batalyonnya KH Munasir menjadi salah satu yang turun ke medan laga.
"Kala itu sekutu hendak menyerang di Surabaya. KH Munsair turut melakukan mobilisasi massa para pemuda untuk berjuang jihad ke Surabaya. Batalyon beliau lah yang termasuk ditugaskan di Surabaya," katanya.
Dia menambahkan, KH Munasir Ali di kalangan para tokoh dan kiai Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu sosok yang sering kali diminta pertimbangan. Terlebih, saat hendak melakukan penyerangan atau penyerbuan. Taktik dan strategi jitu yang ada dalam kepala KH Munasir acap kali membuat musuh kocar-kacir.
"Kiai Munasir itu jarang ngomong, kalau sekali ngomong biasanya banyak yang nurut sehingga jadi panutan untuk menyelesaikan masalah. Sampai di usia tua, beliau kelihatan berwibawa dan kharismatik," kata Habib.