Kisah Munasir, Kiai Komandan Pasukan Berani Mati yang Bikin Ciut Nyali Pasukan Belanda
Kiai satu ini juga memiliki peran yang cukup banyak saat mendirikan Laskar Hizbullah Cabang Mojokerto. Ketika Hizbullah melebur ke dalam barisan TNI, dia pun terdaftar sebagai anggota aktif, hingga akhirnya diangkat menjadi Komandan Batalyon 39 TNI AD.
Keponakan KH Munasir, Habibullah menceritakan, KH Munasir adalah pahlawan dari kalangan santri sekaligus Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurutnya, pamannya dulu pernah bergabung di Laskar Hizbullah. Berkat keberanian dan keahliannya dalam perang gerilya, tak heran jika dia ditunjuk sebagai wakil ketua Laskar Hizbullah Cabang Mojokerto.
Kiprahnya semakin menonjol ketika dipercaya sebagai sebagai komandan Batalyon Teritorial dengan kode Batalyon 39 Yon Munasir yang kemudian menjadi Yon 39 Tjondromowo. Perubahan ini setelah adanya kebijakan Rekonstruksi dan Rasionalisasi atau lebih dikenal dengan RERA.

Program RERA ini adalah bergabungnya semua laskar pejuang Indonesia. Sebelum kemerdekaan, banyak organisasi kelaskaran pejuang merebut kemerdekaan Indonesia yang tumbuh di antaranya PETA, BKR, TRI, Tentara Rakyat, Tentara Keamanan Rakyat. Begitu pula Laskar Hizbullah yang berdiri pascaera kemerdekaan RI.
"Atas kebijakan atau instruksi itu (RERA), dari Hizbullah diminta dua batalyon. Satu batalyon dipimpin Mayor Mansur Sholikin dengan nama Yon Mansur Sholikhin yang kemudian menjadi Batalyon 42 Diponegoro. Sedangkan satunya lagi Batalyon dipimpin Mayor Munasir Ali dengan nama Yon Munasir yang kemudian menjadi Batalyon 39 Tjondromowo," kata Habibullah.