Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AD Investigasi Peluru Nyasar Lukai 2 Warga di Kampus UNP, Libatkan Polda Sumbar
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Munasir, Kiai Komandan Pasukan Berani Mati yang Bikin Ciut Nyali Pasukan Belanda

Selasa, 17 Agustus 2021 - 19:04:00 WIB
Kisah Munasir, Kiai Komandan Pasukan Berani Mati yang Bikin Ciut Nyali Pasukan Belanda
KH Munasir Ali (berpeci hitam) semasa hidup. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

MOJOKERTO, iNews.id - Nama Kiai Haji (KH) Munasir Ali saat ini jarang terdengar di kalangan anak muda. Namun, 76 tahun silam, nama ini mampu membuat ciut nyali para pasukan Belanda yang hendak menyerbu Mojokerto.

Meski seorang kiai, Munasir merupakan komandan Batalyon Tjondromowo. Batalyon ini dikenal sebagai pasukan berani mati yang tak pernah mengenal rasa takut. Cinta tanah air menjadi satu satunya jimat yang selalu dipegang pasukan ini. Tak heran jika pasukan Belanda yang ingin menduduki Surabaya dan sekitarnya kerap dibuat kocar-kacir.

KH Munasir lahir di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada 2 Maret 1919. Dia anak dari seorang Kepala Desa Modopuro. Lahir dari keluarga terpandang tak membuat KH Munasir bermanja-manja. Dia memilih nyantri menimba ilmu agama dan mengabdikan diri pada tanah air tercintanya.

Munasir merupakan salah satu kiai yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selama perang kemerdekaan, dia aktif berjuang dan berkarier di dunia kemiliteran. Sebagai mantan prajurit Heiho, dia kemudian mengembangkan keahlihannya di medan pertempuran.

Kiai Munasir aktif sebagai pasukan Hizbullah. Berkat kelihaiannya melakukan perang gerilya, dia kemudian menjadi Komandan Batalyon Tjondromowo. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut