Kisah Kerajaan Keling, Konon Pernah Taklukkan Majapahit yang Melemah Dilanda Perang Saudara
Dengan pemindahan itu, sejak tahun 1478 dengan mangkatnya Sang Prabhu Giripati Prasuta Bhupati Dyah Suraprabhawa, Majapahit berhenti sebagai ibu kota kerajaan dan Keraton Majapahit sejak itu menjadi kosong.
Prasasti Padukuhan Duku dan Prasasti Majajejer menyatakan bahwa Sri Brahmaraja Ganggadhara memohon kepada Sri Maharaja Girindrawardhana Dyah Ranawijaya untuk mengesahkan anugerah tanah di desa Petak dan Trailokyapuri dengan Girindrawardhanalancana.
Permohonan itu dikabulkan. Dua prasasti itu merupakan bukti pengesahan anugerah tanah oleh Sri Maharaja Girindrawardhana Singawardhana Dyah Wijayakusuma kepada Sri Brahmaraja Ganggadhara, yang dilakukan oleh Sri Maharaja Girindrawardhana Dyah Ranawijaya.
Kedua prasasti itu memang mengandung stempel Kerajaan Keling yang dipimpin oleh Sri Maharaja Girindrawardhana Dyah Ranawijaya yang berupa dua telapak kaki di bawah payung, diapit oleh tongkat yang dilllit ular, bunga, dan lingga di sebelah kiri, dan kendi serta kursi di sebelah kanan.
Pada prasasti Jiyu (OJO XCIV-XCV) dinyatakan bahwa Bhatara Keling Sri Maharaja Girindrawardhana Singawardhana Dyah Wijayakusuma memberikan perintah kepada Sri Brahmaraja Ganggadhara untuk mengadakan pesta sradha sempurna.