Kisah Ken Arok Pendiri Kerajaan Singasari yang Berasal dari Kasta Terendah Sudra
Dikisahkan pemberian nama ini diberikan setelah dia mampu dan berani mengutarakan pendapat, pengetahuan dan kritiknya terhadap kaum brahmana. Padahal Ken Arok datang dari golongan sudra atau kasta terendah dalam agama Hindu.
Ken Arok dikisahkan pernah memberikan pengetahuan dan kritiknya di hadapan gurunya di tengah para santri lain yang juga sama-sama berguru kepada Lohgawe. Kata Arok sendiri adalah nama yang berarti 'pembangun'. Ketika dia diberi nama oleh maha gurunya ini menandakan Arok telah lulus sebagai brahmana.
Meski dalam waktu yang tergolong singkat, Arok berhasil lulus dengan capaian yang cukup tinggi. Ken Arok berhasil lulus mendahului para santri lainnya yang terlebih dahulu menimba ilmu ke Lohgawe. Sejak dinyatakan lulus inilah, Lohgawe memperbolehkan Arok meninggalkan dirinya.
Namun Lohgawe berpesan kepada Arok untuk tetap sementara tinggal bersamanya lantaran akan berbicara beberapa hal. Lohgawe bermaksud hendak menggalang persekutuan dengan kaum brahmana, melalui persekutuan inilah kelak membuat Ken Arok mendapat legitimasi etis dari kaum brahmana untuk melakukan tindakan politiknya.
Menurut Lohgawe, muridnya Ken Arok ini adalah murid yang cerdas, gesit, tangkas dan ingatannya sangat kuat. Selain itu, Arok dikenal dengan seseorang yang berani, tabah, dan kuat menghadapi beragam gejolak dan tantangan hidup.