Kewalahan, Petugas Pemakaman Covid-19 di Malang Terpaksa Tidur di Kuburan
Karenannya, begitu ada lonjakan kasus kematian Covid-19, banyak anggotanya yang kelelahan. Apalagi, personel pemakaman jenazah Covid-19 Kota Malang ini juga harus menyelesaikan tugasnya hari itu juga.
"Jadi sistem kerja kita sekarang pulangnya sampai pagi, berapa yang meninggal di hari ini meninggalnya di bawah jam 6 sore harus kita tuntaskan, berapa pun. Tapi kalau lebih dari itu ya terpaksa, ditunda besoknya. Meninggal jam 8,jam 9 (malam) kita pakai besoknya," katanya.
Atas intensitas yang tinggi ini, tak jarang dikatakan dia dan timnya terpaksa tidur di makam, sambil menunggu kedatangan jenazah. "Sering tertidur, kalau menunggu (jenazahnya) lama itu istirahatnya di makam. Kalau kamar mayat nggak, karena tugasnya di makam kita," beber dia.
Dirinya juga berujar untuk menyiapkan amunisi tambahan bagi tubuh kerap kali meminum ramuan jamu tradisional. Hal ini juga yang kerap kali dilakukan beberapa teman di tim pemakaman jenazah Covid-19. Jamu tradisional sepertinya beras kencur, menjadi alternatif menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat di tengah peningkatan pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan Covid-19.
"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mematuhi prokes) protokol kesehatan, saya pakai jamu tradisional, ya beras kencur itu saja, madu mungkin untuk jaga kesehatan," ucapnya.