Kebo-keboan,Tradisi Khas Banyuwangi yang Membuat Warganya Menjelma Menjadi Kerbau
Selain itu, diletakkan pula tanduk di bagian kepala agar benar-benar mirip kerbau. Jika sudah didandani, 30 kerbau jadi-jadian itu akan diarak mengelilingi desa dengan dipimpin oleh seorang tokoh adat dan alunan musik khas Suku Using.
Di belakang kerbau jadi-jadian, terdapat arak-arakan berupa kereta yang digunakan oleh , Dewi Padi dan Kesuburan, Dewi Sri. Tradisi Kebo-keboan diakhiri dengan prosesi membajak sawah dan menabur benih padi yang diyakini akan membuat hasil panen yang lebih berlimpah.
Selain Desa Alasmalang, tradisi Kebo-keboan juga digelar di Desa Aliyan. Hanya saja, namanya bukan Kebo-keboan, melainkan Keboan yang memiliki makna sama.
Berbeda dengan Kebo-keboan di Desa Alasmalang, tradisi Keboan di Desa Aliyan diawali dengan membuat gundukan atau gapura dari bambu yang dihiasi dengan hasil tani, seperti padi, jagung, tebu, aneka macam buah-buahan, dan juga sayur- sayuran. Selanjutnya, sejumlah orang di desa akan didandani seperti kerbau.
Orang-orang tersebut akan diarak keliling desa. Setelah itu, seorang tokoh desa berperan sebagai Dewi Sri yang memberikan benih padi pada tokoh desa lainnya.
Editor: Komaruddin Bagja