Kebo-keboan,Tradisi Khas Banyuwangi yang Membuat Warganya Menjelma Menjadi Kerbau
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pelaksanaan Kebo-keboan awalnya digunakan sebagai sarana bersih-bersih desa dari wabah penyakit.
Lalu seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini juga menjadi ungkapan rasa syukur pada Sang Pencipta atas limpahan nikmat yang telah diterima.
Selain itu, warga Desa Alasmalang juga menggunakan tradisi tersebut sebagai perwujudan doa agar proses tanam berjalan dengan baik dan hasil panen melimpah. Terlebih, kerbau dianggap sebagai ‘rekan’ petani dalam membajak sawah.
Kebo-keboan biasa dilaksanakan pada bulan Suro dalam kalender Jawa. Upacara ini diawali dengan syukuran dan makan nasi tumpeng bersama di jalanan desa.
Selanjutnya, dipilih 30 orang untuk memerankan kerbau jadi-jadian. Tubuh orang tersebut akan diolesi dengan cairan oli dan arang agar terlihat hitam pekat.