Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Ekor Gajah Induk dan Anak Mati Berdampingan di Mukomuko Bengkulu
Advertisement . Scroll to see content

Harimau Jawa Tak Muncul Lagi di Lereng Wilis, BKSDA Tarik 3 Kamera Pengintai

Kamis, 08 April 2021 - 16:52:00 WIB
Harimau Jawa Tak Muncul Lagi di Lereng Wilis, BKSDA Tarik 3 Kamera Pengintai
Ilustrasi harimau jawa (okezone).
Advertisement . Scroll to see content

Tim BKSDA juga menyimpulkan, lokasi pemasangan kamera memenuhi syarat sebagai habitat harimau. Ada sumber mata air. Ada sumber pangan. Kawanan babi hutan dan kijang kerap terlihat warga yang sedang mencari rumput. "Pemasangan kamera pengintai berjalan sekitar tiga bulan," kata Joko. 

Selama kamera terpasang, tim melakukan pengecekan secara berkala. Setiap dua pekan sekali, tim BKSDA datang ke lokasi melakukan pengecekan hasil. Joko mengakui, pelacakan yang dilakukan tidak mudah. Hal itu mengingat  harimau memiliki sifat sensitif terhadap hal asing. Harimau memiliki naluri yang tajam. 

Misalnya, menjauhi bau manusia, termasuk suara mesin atau sepeda. Harimau biasanya merasa terganggu dan memilih menghindar. Sementara kawasan hutan lereng Gunung Wilis membentang luas hingga enam kabupaten, yakni Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ponorogo hingga Kabupaten Madiun. 

Jika harimau itu memang ada, kemungkinan berpindah tempat karena terganggu aktivitas manusia, sangat mungkin terjadi. "Jadi istilah orang Jawa bejo bejan (untung untungan)," ujar Joko. 

Sementara tiga unit kamera yang ditarik dari lokasi Desa Nyawangan masih akan diobservasi lebih jauh. Apakah selama tiga bulan tersebut, kamera berhasil menangkap visual maupun suara yang mengarah atau tidak. 

Sedangkan empat kamera pengintai lainnya masih dipertahankan di lokasi. Di sisi lain, tidak ada lagi laporan warga setempat yang melihat keberadaan harimau. "Nanti hasil observasi kamera pengintai oleh tim akan kita sampaikan," ujarnya. 

Sesuai catatan yang ada, pada tahun 1976, harimau Jawa (panthera tigris sondaica), tersisa hanya 3-5 ekor. Semuanya berada di suaka alam Meru Betiri, Jember, Jawa Timur. Sejak tahun 1980an, populasi macan Jawa tersebut diasumsikan telah punah. Sebab keberadaanya sulit dijumpai. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut