Harga Cabai Rawit di Jatim Meroket Tembus Rp110.000 per Kilogram
“Faktor kedua akibat curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi cabai rawit seperti Banyuwangi, Blitar, Kediri, Lamongan, Gresik dan Tuban yang memiliki jenis tanah tadah hujan. Curah hujan tinggi membuat cabai mati karena penyakit layu sehingga produksi pun berkurang 30 persen,” katanya, Senin (22/2/2021).
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo mengatakan, cabai rawit merupakan komoditas hortikultura di Jatim yang selama ini telah berkontribusi sebesar 39 persen terhadap nasional.
“Kehilangan hasil panen memang menjadi masalah yang harus ditangani sehingga dibutuhkan teknologi yang efektif dan efisien dari pascapanen hingga distribusi. Untuk itu pemerintah memiliki program pendampingan produk hortikultura dan mendorong hilirisasi terutama saat panen melimpah,” katanya.
Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim menunjukkan, produksi cabai rawit di Jatim selama 2020 mencapai 612.978 ton dari luas panen 58.563 hektare. Sementara tingkat konsumsi mencapai 67.008 ton per tahun. Sehingga masih Jatim surplus 545.970 ton. Produksi yang surplus tersebut biasanya digunakan untuk menyuplai ke daerah lain.
Editor: Maria Christina