Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Gajah Enggon, Pengganti Gajah Mada Setelah Sang Patih Amangkubumi Majapahit Purnabakti

Minggu, 25 September 2022 - 17:44:00 WIB
Kisah Gajah Enggon, Pengganti Gajah Mada Setelah Sang Patih Amangkubumi Majapahit Purnabakti
Kisah Gajah Enggon, pengganti Gajah Mada usai sang patih amangkubumi Majapahit purnabakti. (Foto: Ilustrasi Gajah Mada/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Gajah Enggon, Pengganti Gajah Mada

Dilansir dari buku Tafsir Sejarah Nagarakertagama karangan Slamet Muljana, Hayam Wuruk segera melakukan pertemuan bersama Dewan Pertimbangan Agung Majapahit untuk mengambil keputusan atas kepergian Gajah Mada. 

Dewan Pertimbangan Agung Majapahit terdiri dari ibunda Tribhuwana Tunggadewi, ayahanda Sri Kertawardhana, bibinda Dyah Wiyah Rajadwi Maharajasa, pamanda Sri Wijayarajasa, adinda Bhre Lasem beserta suaminya Sri Rajasawardhana, dan adinda Bhre Pajang beserta suaminya Sri Singawardhana.

Namun, pertemuan tersebut ternyata tidak membuahkan hasil ihwal pengganti Gajah Mada. Mereka merasa tidak ada seseorang yang layak di antara para perwira ataupun menteri. 

Pertemuan berakhir dengan keputusan bahwa Gajah Mada tidak akan diganti. Hayam Wuruk akan memegang dua jabatan sekaligus, yaitu sebagai raja dan patih amangkubumi.

Kemudian, melansir dari Kitab Sejarah Terlengkap Majapahit karangan Teguh Panji, dalam kitab Pararaton disebutkan posisi patih amangkubumi kosong selama tiga tahun. Tak lama setelah itu, Raja Hayam Wuruk mengeluarkan Piagam Panataran. Raja Hayam Wuruk mengangkat Gajah Enggon sebagai patih amangkubumi di Kerajaan Majapahit pada 1367.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut