Fakta Sindikat Joki UTBK di Surabaya, Tarif Tembus Rp700 Juta demi Lolos Kedokteran
Sebelum mengikuti ujian, pelaku diketahui diminta menghafal identitas klien secara detail, mulai dari nama orang tua hingga alamat rumah untuk menghindari kecurigaan petugas.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan sindikat tersebut telah beroperasi selama kurang lebih sembilan tahun dengan jaringan lintas daerah.
“Tersangka utama berinisial K diduga menjadi otak jaringan yang menerima pesanan joki UTBK dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Dalam menjalankan aksinya, tersangka K mematok tarif fantastis mulai Rp500 juta hingga Rp700 juta untuk satu peserta. Uang tersebut kemudian dibagi kepada anggota jaringan, termasuk para joki yang menerima bayaran antara Rp20 juta hingga Rp75 juta.
Mayoritas pengguna jasa joki diketahui merupakan calon mahasiswa fakultas kedokteran. Berdasarkan pengakuan tersangka, jurusan tersebut dianggap memiliki tingkat persaingan tinggi sehingga banyak peserta memilih jalan pintas menggunakan jasa joki.