Di Harlah NU, Wali Kota Risma Pamit Segera Akhiri Masa Tugas di Surabaya
“Jadi banyak sekali kerja sama yang sudah kami lakukan antara pemerintah dengan NU ini. Sehingga kita lihat perkembangan Surabaya ini jauh dari pergesekan-pergesekan antarumat. Kondisinya sangat stabil dibandingkan daerah lain,” katanya.
Di hadapan ratusan anggota PCNU Kota Surabaya, Wali Kota Risma bercerita suka dukanya saat dahulu menutup lokalisasi Jarak-Dolly. Meski awalnya sempat dicibir, namun kini ia justru dielu-elukan untuk melanjutkan kepemimpinannya.
“Berat sekali saat itu, banyak sekali gangguan saat membubarkan tempat itu. Tiap malam halaman rumah selalu ada ular, tapi saya kuat. Sekarang Bapak-bapak kalau lewat sana sudah enggak ada gangguan lagi,” ujarnya
Ketua PCNU Kota Surabaya, KH. Ahmad Muhibbin Zuhri menyampaikan, bahwa selama ini kerjasama yang terjalin antar ulama dan umaro di Surabaya berjalan begitu baik. Karena itu, ia berharap, ke depan kerjasama ini bisa terus terjalin untuk kemaslahatan umat, khususnya warga Kota Surabaya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada para kiai, para ulama, tokoh masyarakat, ibu wali kota, semua jajaran Forkopimda dan semua pihak yang telah mendukung. Selama ini telah bekerjasama dengan baik dalam upaya mewujudkan kemaslahatan masyarakat nahdliyin khususnya dan masyarakat Surabaya pada umumnya,” katanya.
Dia berharap, Nahdlatul Ulama (NU) yang dilahirkan di Kota Surabaya ini ke depan bisa menjadi pioner bagi kemajuan khidmat dan kemanfaatan jam'iyah untuk Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya masyarakat Surabaya. Bagaimana antar elemen di Surabaya ini bisa terus berkolaborasi dengan baik, untuk kemajuan Kota Pahlawan.
“Bagaimana NU ini bisa berpikir kreatif, cerdas, dan progresif, berkolaborasi semuanya untuk kemajuan Surabaya. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih kepada semuanya yang telah bekerjasama dengan baik,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki