Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan di Bangkalan, Mobil Boks Muatan Minyak Goreng Tabrak Pohong hingga Terguling
Advertisement . Scroll to see content

Derita Pedagang Kecil di Malang, Terpaksa Utang dan Berhenti Jualan karena Minyak Mahal 

Kamis, 24 Maret 2022 - 16:09:00 WIB
Derita Pedagang Kecil di Malang, Terpaksa Utang dan Berhenti Jualan karena Minyak Mahal 
Para pedagang antre minyak goreng curah saat operasi pasar di Malang, Kamis (23/3/2022). (Foto: MPI/Avirista Midaada).
Advertisement . Scroll to see content

"Ini mau beli lima liter, katanya disuruh ngantrikan jirigennya. Tapi mau saya antrikan jualan saya yang jaga siapa, saya juga jualan soalnya. Semoga saja dapat," katanya.

Sementara itu, pedagang lainnya Nanik menyatakan, minyak goreng menjadi dilema baru baginya. Alhasil ketika ada informasi adanya operasi pasar minyak goreng curah yang dijual seharga Rp14.000 per liternya atau Rp15.500 per kilogram dia menyambut antusias.

Sayangnya, harapan Nanik dan pedagang lainnya tak sesuai janji yang diberikan pihak Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Kuota minyak goreng curah yang seharusnya diperuntukkan 1.500 liter untuk pedagang Pasar Bunulrejo, hanya dialokasikan 950 liter saja untuk 25 toko, dari 200 pedagang yang terdaftar.

"Kami beli nggak dapat jatah, pasarnya sepi buat beli minyak saja harus utang-utang, nggak makan dijalani, supaya bisa beli minyak hari ini. Kok ngantri dari pagi sampai sekarang nggak dapat apa-apa, benar nggak adil, seharusnya meskipun dua liter, harusnya dapat," kata Nanik.

Dia pribadi mengaku hanya memperjuangkan nasib para pedagang kecil lainnya di Pasar Bunulrejo. Mengingat ada beberapa pedagang lainnya yang terpaksa tak berjualan karena sulitnya mendapat pasokan minyak goreng dengan harga terjangkau.

"Saya nggak dikasih nggak apa-apa, pokoknya yang lain kebagian, harus adil dibagi meskipun kecil-kecil. Tadi saya disuruh tanya kapas (kepala pasar). Kapasnya bilang hanya 25 toko besar-besar, ini kan nggak adil," katanya. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut