Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jejak Airlangga, Sang Raja Besar Jawa di Kerajaan Kahuripan dan Kediri
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Terbunuhnya Raja Singasari usai Potong Telinga Utusan Kerajaan Mongol

Sabtu, 05 Februari 2022 - 10:41:00 WIB
Cerita Terbunuhnya Raja Singasari usai Potong Telinga Utusan Kerajaan Mongol
Salah satu peninggalan Kerajaan Singasari. (Foto: ilustrasi Ist)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Kesuksesan Kerajaan Singasari menaklukkan Melayu mendatangkan masalah besar. Di bawah kekuasaan Raja Kertanegara, Singasari mendapat tantangan dari Kekaisaran Mongol dari China. Singasari diminta takluk dan diwajibkan menyerahkan upeti kepada Kekaisaran Mongol. 

Mermintaan ini merupakan respons kemarahan Mongol atas ekspansi Singasari ke wilayah selat Malaka. Saat itu Singasari melakukan ekspedisi Pamalayu dengan menaklukkan sejumlah kerajaan di Pulau Sumatera. 

Sang kaisar Mongol akhirnya mengirimkan utusan ke Kerajaan Singasari, sebagaimana dikisahkan pada buku "Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan" karya Muhammad Syamsuddin. 

Kedatangan utusan Mongol ini tentu agar Kerajaan Singasari bisa takluk ke tangan Kekaisaran Mongol di Tiongkok kala itu. Utusan Mongol yang datang pada 1289 ke wilayah Kerajaan Singasari, konon agar Kerajaan Singasari memberikan upeti. 

Singkat cerita Meng Khi, meminta Singasari di bawah kekuasaan Raja Kertanegara mengakui penguasaan Kaisar Mongol Khubilai Khan. Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah oleh Kertanegara. Raja Kertanegara marah besar dengan kedatangan utusan Mongol ke wilayahnya. Sebagai raja besar di Pulau Jawa dirinya tak mau tunduk kepada siapa pun, termasuk kepada Khubilai Khan dari Kekaisaran Mongol. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut