Cerita Sutawijaya, Jadi Raja Mataram Islam usai Melihat Betis Indah Ratu Pantai Selatan
"Tetapi orang seperti ayahmu selamanya tidak akan pernah menjadi pemimpin yang baik. Dia akan menjadi hamba raja yang baik seterusnya". Danang Sutawijaya menyatakan tidak akan mengikuti jejak sikap ayahnya. Sutawijaya menyatakan diri ingin menjadi pemimpin.
"Teruskan sikapmu. Teruskan pembangunan bumi Mataram ini menjadi sebuah kerajaan di waktu nanti," pesan Ki Juru Mertani.
Danang Sutawijaya kemudian memutuskan untuk bertapa. Dia pergi ke Kali Opak dan bertapa di aliran airnya yang deras. Sutawijaya mengikat dirinya pada potongan kayu jati yang bernama Tunggul Wulung.
Kayu itu kemudian dibiarkan hanyut terbawa arus air. "Bertapa dengan cara seperti ini sering disebut sebagai tapa ngeli, yang artinya bertapa mengikuti arus sungai," tulis Krishna Mihardja.
Tubuh Sutawijaya yang berada di atas kayu Tunggul Wulung, terseret arus air hingga ke Laut Selatan. Di atas kayu yang diombang-ambingkan arus sungai dan ombak laut selatan, Sutawijaya tetap bertahan.