Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Para Petugas Krematorium, Tidur di Lokasi Pembakaran Jenazah sejak Pandemi

Sabtu, 30 Januari 2021 - 18:14:00 WIB
Cerita Para Petugas Krematorium, Tidur di Lokasi Pembakaran Jenazah sejak Pandemi
Petugas memasukkan jenazah Covid-19, di Krematorium Keputih, Surabaya, Sabtu (30/1/2021). (Foto: SINDONews/Ali Masduki)
Advertisement . Scroll to see content

"Bagi petugas di sini, jam kerja adalah haknya untuk bekerja dan mendapat gaji. Namun jika tugas malam, mereka bilang ke saya untuk amalnya," ujarnya.

Eko menjelaskan, Krematorium Keputih saat ini memiliki tiga tungku pembakaran. Jika ketiganya sudah penuh, maka proses kremasi sudah selesai. Sebelum Covid-19, kata dia, jadwal kremasi teratur yakni setiap pagi pukul 08.00 WIB, siang pukul 10.00 WIB dan pukul 13.00 WIB. 

"Kalau Covid kan mendadak, jadi kita bongkar yang kremasi tadi pagi, malamnya dipakai lagi sudah bisa," ucapnya.

Dia menegaskan, ritual kremasi berbeda dengan pemakaman pada umumnya. Kremasi membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga baik keluarga maupun rumah sakit harus berkoordinasi terlebih dahulu sebelum mengirim jenazah.

"Proses pembakaran jenazah ditempat ini memang hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan suhu di atas 2.000 derajat. Hanya saja untuk proses pengambilan tulang dan abu pascapembakaran dari tungku harus menunggu hingga dingin. Jika jenazah dibakar sore, maka baru bisa diambil pagi harinya," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut