Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Ngatijan, Selamatkan Pasukan Elite TNI AU dari Pembantaian di Papua 

Jumat, 25 Maret 2022 - 11:03:00 WIB
Cerita Ngatijan, Selamatkan Pasukan Elite TNI AU dari Pembantaian di Papua 
Kopaskhas TNI AU resmi berganti nama menjadi Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). (Foto : Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Sukses Indonesia merebut Irian Barat (Papua) dalam Operasi Mandala tak lepas dari sosok Ngatijan, prajurit Pasukan Gerak Tjepat (PGT) sekarang bernama Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU. Berkat keberanian dan kesaktiannya, Indonesia sukses mengibarkan Bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di tanah Papua.

Tak hanya itu, dia juga berhasil menyelamatkan teman-temannya sesama prajurit TNI AU dari pembantaian saat berada di penjara. Dikutip dari buku “Heroisme PGT Dalam Operasi Serigala: Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Teminabuan” yang diterbitkan Subdisjarah Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) diceritakan, Ngatijan merupakan salah satu prajurit Korps Baret Jingga yang diterjunkan dalam Operasi Serigala. 

Operasi militer berskala besar yang digelar Angkatan Udara Mandala (AULA) di bawah kepemimpinan Panglima AULA Komodor Udara Leo Wattimena yang juga merangkap Wakil Panglima II Komando Mandala (KOLA) ini antara lain, melakukan infiltrasi atau penyusupan ke pertahanan Belanda sebagai pasukan pendahulu sebelum pasukan lainnya masuk ke Papua melalui daerah Sorong dan Teminabuan. 

Dalam operasi tersebut, Kopasgat mengemban misi khusus yang cukup berat yakni, mengganggu dan melemahkan kekuatan Belanda, melakukan sabotase termasuk misi pengibaran Bendera Merah Putih di Papua. 

Operasi militer terpaksa diambil lantaran Belanda tidak mau menyerahkan Papua kepada Indonesia. Sikap Belanda tersebut melanggar perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang telah disepakati. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut