Cegah Covid-19, Pemprov Jatim Sediakan Room Screening dan Drive Through Disinfektan
Sebuah tenda menyerupai lorong sudah didirikan sejak kemarin sore untuk penyemprotan disinfektan drive through tersebut. Setiap kendaraan yang masuk ke lingkungan Grahadi harus berhenti sejenak di lorong tersebut untuk penyemprotan cairan disinfektan.
Khofifah telah meninjau langsung persiapan operasional dua alat screening tersebut. Dia bahkan mencoba masuk ke dalam Sico dan disemprot cairan disinfektan.
"Caranya mudah. Masuk ke room screening, tekan tombol untuk memulai penyemprotan. Hanya beberapa detik lalu tekan tombol matikan dan sudah selesai," kata Khofifah.
Dia berharap dengan upaya ini akan turut mencegah penyebaran virus corona di Jatim. Masyarakat yang masih harus bekerja atau beraktivitas di lingkungan Pemprov Jatim tetap terjaga tubuhnya dari potensi penularan virus.
"Namun, kami tak henti mengajak masyarakat Jawa Timur untuk tidak beraktivitas di luar rumah kecuali benar-benar urgent. Mulai hari ini pun ASN di lingkungan Pemprov juga kian kami batasi aktivitasnya dengan bekerja di kantor sehari dan bekerja di rumah sehari," kata Khofifah.
Hingga Minggu (22/3/2020), update perkembangan Covid-19 di Jatim kian meningkat. Total sebanyak 41 kasus positif Covid-19 yang tersebar di Surabaya, Malang Raya, Magetan, Sidoarjo dan Blitar. Kemudian, sebanyak 999 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan juga 88 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
"Saya terus mengimbau agar masyarakat tinggal di rumah dan keluar hanya untuk sesuatu yang urgent. Hindari keramaian, tunda jika akan menyelenggarakan kegiatan yang akan mengundang banyak orang. Makan makanan yang sehat, olah raga yang cukup dan terus berdoa agar penyebaran Covid-19 segera terhenti," katanya.
Editor: Maria Christina