BMT di Malang Terapkan Protokol Ketat, Sutiaji: Jika Melanggar Ditutup Lagi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Suwarjana mengatakan, mayoritas siswa di Kota Malang telah menginginkan adanya pembelajaran tatap muka. Namun pihaknya masih selektif untuk mengizinkan sekolah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka tersebut.
Selain itu, pihaknya juga meminta sekolah membatasi sekolah maksimal 50 persen siswa setiap harinya untuk mengikuti sekolah tatap muka. "Saat tatap muka akan dibagi, jadi di sebuah ruangan itu tidak boleh lebih dari 50 persen. Kan ada banyak ruangan," katanya.
Dirinya mengklaim ada 85 persen siswa di Kota Malang yang menginginkan pembelajaran tatap muka. Hasil ini berdasarkan survei yang dilakukan masing - masing sekolah. "Yang ikut pembelajaran tatap muka 85 - 86 persen, kalau secara nominal belum," tuturnya.
Sementara itu seorang siswa SMPN 6 Malang, Ayu Pratiwi menyatakan lebih memilih melakukan pembelajaran tatap muka sebab lebih mudah memahami dijelaskan guru secara langsung daripada melalui online.
"Lebih mudah kalau tatap muka, karena bisa lebih paham. Kalau online biasanya kendalanya pas lagi sinyalnya tersendat. Terus kalau tutup muka bisa ketemu teman-teman dan guru langsung, yang sudah hampir setahun tidak ketemu," ujarnya.
Editor: Ihya Ulumuddin