Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR Desak Kemensos Kaji Ulang Anggaran Kebencanaan 2026 yang Menyusut Drastis
Advertisement . Scroll to see content

Soal Gelandangan, Guru Besar Ini Sarankan Risma Lihat 'Desaku Menanti' di Malang

Jumat, 08 Januari 2021 - 14:33:00 WIB
Soal Gelandangan, Guru Besar Ini Sarankan Risma Lihat 'Desaku Menanti'  di Malang
Mensos Tri Rismaharini menemui pemulung/gelandangan di Jakarta Pusat. (Foto: Twitter/PDIP).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini menemui gelandangan (tunawisma) di DKI Jakarta menuai kritik guru besar Universitas Islam Malang (Uisma) Mas'ud Said. Menurutnya, cara penananganan sosial tersebut tidak efektif karena hanya dilakukan secara parsial. 

Mas'ud mengatakan, penanganan masalah sosial, terutama Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) harus terintegerasi dan terukur. Selain karena jumlahnya banyak, problem mereka juga bermacam-macam. 

"Kalau setiap hari menemui satu per satu tunawisma, lalu jumlahnya tunawisma se Indonesia berapa. Kalau jumlah puluhan ribu, maka butuh puluhan ribu hari untuk melakukan penanganan," kata mantan Staf Khusus Menteri Sosial bidang Program Kerja dan SDM di periode pertama pemerintahan Jokowi ini.

Mas'ud mengingatkan, di Kementerian Sosial ada Direktorat Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial. Selama ini mereka telah melakukan banyak program solutif dalam penanganan PMKS, seperti pembangunan terintegrasi 'Desaku Menanti' di beberapa titik di Indonesia. 

Beberapa di antaranya di Gunung Kidul, Padang, Pasuruan dan juga di Kota Malang. Selain sukses menangani PMKS, program tersebut kini juga menjadi penggerak ekonomi kreatif sebagai desa wisata.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut