Berpotensi Rusuh, Polisi Bubarkan Aksi Mahasiswa Papua di Surabaya
Pemulangan mereka menggunakan tiga bus yang disediakan oleh Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya.
Satu bus berisi 50 orang menuju Kota Malang. Sedangkan dua bus, masing-masing berisi 57 dan 33 orang menuju Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo dengan pengawalan ketat aparat. Selain itu, sebanyak 83 orang lainnya pulang sendiri-sendiri saling berboncengan mengendarai sepeda motor.
Rudi menjelaskan rombongan dua bus yang menuju ke Bungurasih berisi mahasiswa asal Papua yang beraktivitas di berbagai daerah. "Sehingga sesampainya di Bungurasih, masing-masing nanti diarahkan ke bus yang menuju ke daerahnya," ujarnya.
Sedangkan 83 orang yang pulang mengendarai sepeda motor berboncengan, menurut Rudi, rumahnya memang tak jauh dari mess Jalan Kalasan Surabaya. "Mereka tinggalnya di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya," katanya.
Rudi menegaskan pemulangan mereka bukan soal melarang kebebasan berserikat, berkumpul atau mengemukakan pendapat di muka umum, melainkan perkumpulan ini dirasakan mengancam ketertiban dan keamanan Kota Surabaya. "Kami tidak ada kompromi. Mereka tidak boleh berkumpul lagi," ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki