8 Fakta 2 Mahasiswa UIN Malang Tewas saat Diklat Masuk Perguruan Silat
4. Korban Sempat Mengaku Sesak Napas
Dua korban tewas diklat UKM Pagar Nusa UIN Malang sempat mengaku sesak napas saat mendapat pertolongan panitia dan pengelola Wisata Coban. Kepala Resort KPH Oro-Oro Ombo Hadi Mustofa menyatakan keluhan sesak napas dan sakit di dada diucapkan Miftah Rizki Prathama, saat dievakuasi tim pengelola wisata ke RSU Karsa Husada.
"Salah satu peserta itu mengeluhkan dadanya sakit dan sesak napas. Sempat dilakukan pertolongan pertama oleh petugas kami di sana, diberikan oksigen tapi karena tidak ada perkembangan dibawa ke RS Karsa Husada Batu dengan kondisi sadar menggunakan sepeda motor," papar Hadi Mustofa.
Sedangkan korban yang dibawa ke Puskesmas Karangploso juga sempat mengeluhkan sakit di dada, sebelum akhirnya meninggal. Jasadnya sendiri kemudian dibawa ke RS Karsa Husada.
5. Dua Korban Meninggal di Lokasi Berbeda
Setelah tumbang saat dikumpulkan panitia di Wisata Coban Rais, keduanya menghembuskan napas terakhir di lokasi berbeda. Korban pertama Moch Faisal Lathiful Fakhri sempat dilarikan oleh panitia dan warga sekitar ke Puskesmas Karangploso. Namun setibanya di puskesmas dia sudah dinyatakan meninggal dunia.
Kapolsek Karangploso AKP Bambang Sidik, korban pertama sempat dibawa ke Puskesmas Karangploso oleh masyarakat. Namun, setibanya di puskesmas sudah meninggal.