Viral Warga Grobogan Berjibaku Terjang Jalur Berlumpur Sejauh 15 Kilometer
Sarmini, warga Ngawi ini selalu menggunakan akses jalan berlumpur ini untuk menuju rumah keluarganya di Desa Suwatu. Dia memilih jalur ini karena enggan untuk memutar melewati jalur yang sudah di aspal karena waktu tempuhnya tiga kali lipat lebih jauh.
“Meski harus naik turun kendaraan menyusuri jalur desa dan hutan yang berlumpur, saya bersama suami sudah terbiasa dan bahkan mereka sering harus berjalan kaki jika melewati jalur ini,” ujarnya.
Kondisi terparah pernah mereka lalui di mana saat di tengah jalan hujan deras turun sehingga motor tidak bisa berjalan dan harus di tuntun dari perbatasan Ngawi dan Grobogan, dengan waktu berjam-jam.
Wajar jika banyak kendaraan yang rusak dan harus diperbaiki setelah menempuh perjalanan melewati jalan berlumpur ini. Meski sebagian jalur adalah mulik Perhutani dan sebagian lagi milik desa, namun warga berharap agar jalur Suwatu bisa diperbaiki oleh pemerintah, sehingga roda perekonomian warga Desa Pelosok ini bisa semakin maju.
Editor: Ahmad Antoni