Viral Warga Grobogan Berjibaku Terjang Jalur Berlumpur Sejauh 15 Kilometer
Warga terpaksa menggunakan jalur berlumpur dengan panjang mencapai kurang lebih 15 kilometer ini karena jalur ini merupakan akses perdagangan terdekat menuju Sragen dan Ngawi. Selain itu, jalur ini juga merupakan jalur menuju hutan dan ladang untuk bekerja.
Yusmin, Kepala Dusun Suwatu mengungkapkan rasa keprihatinan warga yang selama puluhan tahun selalu berjuang mengalahkan jalan berlumpur ini untuk menjual hasil panen mereka ke pasar Ngawi.
“Warga memilih menjual hasil panen mereka ke wilayah Ngawi karena harga jual lebih tinggi dibandingkan di pasar tradisional Grobogan,” kata Yusman, Rabu (26/10/2022).
Selain itu jalur ini merupakan jalur pintas untuk bepergian ke Jawa Timur. Jika hujan turun jalan sulit dilalui sehingga warga harus rela berjalan kaki.
“Namun jika kondisi jalan kering warga bisa menggunakan sepeda motor dan terkadang harus berjalan pelan dan turun dari motor karena banyak jalan yang rusak dan nyaris tidak bisa dilalui,” katanya.