Tak Ada Dana Protokol Kesehatan untuk Pilkada, Wali Kota Solo: Kalau Boleh Ya Ditunda
SOLO, iNews.id -Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku tak punya anggaran tambahan untuk protokol kesehatan pelaksanaan Pilkada 2020. Atas dasar itulah, dia sepakat jika Pilkada Solo 9 Desember mendatang ditunda.
Penyesuaian protokol kesehatan membuat anggaran pilkada melambung dua kali lipat. Sebelumnya Pemkot Solo sudah menganggarkan Rp15 miliar untuk pilkada lewat KPU Solo. Tapi anggaran itu harus ditambah Rp11,1 miliar akibat pandemi Covid-19.
Rudy, panggilan akrabnya, mengatakan apabila Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan petugasnya khawatir terpapar Covid-19 sementara tak ada anggaran protokol kesehatan, penundaan pilkada Solo layak dilakukan.
“Sekalian anggaran dipenuhi tahun depan karena 2020 masih pandemi. Kami enggak bisa memenuhi permintaan tambahan anggaran untuk KPU,” kata Rudy dikutip Solopos.com, Senin (29/6/2020).
Pilkada Serentak 2020 awalnya dijadwalkan pada 23 September. Namun karena pandemi Covid-19, DPR, pemerintah, dan KPU sepakat mengundurnya ke tanggal 9 Desember. KPU menyanggupi asal ada tambahan anggaran untuk melengkapi penyelenggara dengan protokol kesehatan.