Sosiolog UNS Sebut Permainan Latto-Latto Bisa Jadi Perekat Hubungan Sosial
“Banyak yang bermain latto-latto kemudian di-share ke media sosial, ini dapat menimbulkan bandwagon effect. Orang-orang dengan cepat akan ikut-ikutan sesuatu yang menjadi perhatian banyak orang. Kalau tidak ikut, maka seperti orang yang ketinggalan zaman. Oleh karena itu harus ikut agar saat diajak ngobrol dan semacamnya tentang hal tersebut bisa nyambung,” katanya.
Viralnya permainan ini juga memunculkan kepentingan-kepentingan lain, seperti kepentingan politik. Tidak sedikit tokoh politik atau tokoh masyarakat yang ikut bermain karena dapat memancing media untuk meliput, sehingga akan berdampak pada reputasi, efek politik, lebih dikenal banyak orang.
“Latto-latto juga bisa menjadi simbol bahwa pemimpin itu merakyat, tidak kaku dengan permainan zaman lama. Ini menarik untuk disajikan di media sosial,” ujar Drajat.
Adanya latto-latto juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk memproduksi latto-latto. Sebelum sampai ke tangan masyarakat, tentu banyak proses yang dilalui, baik dari pemilik UMKM, pekerja, hingga penjual latto-latto yang sering dijumpai di jalanan. Secara tidak langsung, hal ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Otomatis meningkatkan pendapatan atau ruang bagi UMKM yang membuat itu walaupun mungkin dibuat oleh pabrik,” ucapnya.