Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prihatin Situasi Politik saat Ini, UNS Ingatkan DPR dan Pemerintah Miliki Kepekaan Sosial
Advertisement . Scroll to see content

Sosiolog UNS Sebut Permainan Latto-Latto Bisa Jadi Perekat Hubungan Sosial

Jumat, 13 Januari 2023 - 09:49:00 WIB
Sosiolog UNS Sebut Permainan Latto-Latto Bisa Jadi Perekat Hubungan Sosial
Ilustrasi - Sejumlah anak saat bermain latto-latto. Foto: dok.
Advertisement . Scroll to see content

Dikatakannya, permainan ini memunculkan memori masa lalu dari para orang tua yang masa kecilnya tidak asing dengan permainan-permainan zaman dulu. Hal ini menyulut habitualisasi terhadap permainan latto-latto, sehingga lebih mudah untuk menghidupkannya.

“Tidak hanya anak-anak, tapi orang tua juga ikut bermain karena ini ada kaitannya dengan memori permainan zaman dulu yang memiliki ciri-ciri kolektivitas dan solidaritas tinggi. Setiap bermain pasti harus berkumpul dengan yang lain dulu, sehingga membangun ikatan solidaritas pertemuan dan moral atau kebersamaan. Ini beberapa satu nilai sosial yang bisa diambil dari munculnya kembali latto-latto,” ujarnya. 

Permainan latto-latto akan lebih asyik jika dimainkan bersama-sama. Hal ini dapat dimanfaatkan para orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari gadget. Terlebih anak-anak yang lahir dan besar di tengah pesatnya perkembangan teknologi secara tidak langsung akan mengenal teknologi (gadget) sejak kecil. 

“Meskipun saat ini banyak permainan di gadget, tapi latto-latto bisa muncul kembali sebagai permainan yang dimainkan secara kolektif dan langsung. Tentu, latto-latto dapat berperan dalam mengurangi intensitas penggunaan gadget pada anak-anak,” katanya. 

Pesatnya media sosial juga turut berpengaruh terhadap viralnya latto-latto. Melalui media sosial, segala hal dapat tersebar luas dengan cepat tanpa mengenal waktu. Hal tersebut menyulut masyarakat masuk dalam bandwagon effect, yaitu jika ada seseorang yang tidak mengikuti tren atau suatu kegiatan, orang tersebut besar kemungkinan akan mendapat sanksi sosial seperti dikucilkan atau dianggap aneh oleh orang sekitar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut