Sosiolog UNS Sebut Permainan Latto-Latto Bisa Jadi Perekat Hubungan Sosial
Ketika dirinya kecil, lanjut Drajat, sudah ada permainan ini dan dalam sosiologi dinamakan reproduksi sosial. Sebelum masuknya dunia digital, hampir semua permainan seperti latto-latto, gobag sodor, petak umpet, dan semacamnya memerlukan beberapa orang karena tidak bisa bermain sendiri.
"Nah, hal ini yang memunculkan interaksi sosial, sehingga dapat merekatkan kembali hubungan sosial dari seseorang dengan orang lain,” tuturnya.
Menariknya, latto-latto kini dimainkan lagi oleh anak-anak yang lahir dan besar di zaman digital. Meskipun anak-anak zaman sekarang sudah lahir di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tetapi tren permainan latto-latto tetap digandrungi.
Latto-latto memberikan kekuatan yang sama seperti zaman dulu saat belum ada permainan-permainan digital, yaitu sebagai perekat hubungan sosial. Selain itu juga berfungsi untuk meningkatkan vitalitas sosial dan daya hidup karena memerlukan interaksi satu sama lain.
"Hebatnya, latto-latto ini muncul dan hadir kembali secara viral tapi tidak dalam basis digital," ucapnya.