Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Kematian Warga Boyolali Diduga gegara Sate Kiriman, 8 Orang Diperiksa Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Seorang Penambang Tewas, Warga Lereng Merapi Diimbau Hentikan Aktivitas Penambangan

Kamis, 26 November 2020 - 16:13:00 WIB
Seorang Penambang Tewas, Warga Lereng Merapi Diimbau Hentikan Aktivitas Penambangan
Aparat mengimbau warga di lereng Merapi menghentikan aktivitas penambangan di sungai. (Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Ia menjelaskan, peristiwa tanah longsor yang terjadi di Kali Klampahan Desa Tlogolele Kecamatan Selo Boyolali, pada Rabu (25/11/2020), menyebabkan seorang penambang warga setempat meninggal dunia, akibat tertimbun material. Korban seorang penambang tradisional, yakni Sumari (29), warga Dukuh/Desa Tlogolele, RT 01, RW 01, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali.

Korban dari keterangan saksi mulai mengupas tanah untuk mencari pasir di lahan sendiri di kawasan tersebut. Korban saat menggali tanah itu, tiba-tiba tebing setinggi 5 meter dengan lebar sekitar 4 meter longsor. Korban yang berada di bawahnya seketika langsung tertimpa material dari tebing tersebut

Korban yang tertimpa longsoran tersebut warga lainnya yang juga penambang tidak jauh dari lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan. Korban saat dievakuasi masih dalam keadaan sadar. Namun, korban saat dibawa ke rumahnya sudah tidak sadarkan diri dan meninggal dunia.

Kapolsek Selo AKP Maryanto meminta masyarakat setempat untuk tidak melakukan penambangan terlebih dahulu mengingat aktivitas Merapi yang berada di level III. "Kami sejak Merapi ditetapkan status siaga, terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penambangan. Baik yang di KRB III maupun di luar KRB," katanya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut