Potret Prajurit TNI dan Petani Berjibaku Bangun Jembatan Beton di Desa Nanggulan Klaten
Celoteh canda menyeruak akrab, mengusir sepi menghadirkan bahagia. Memang dengan berbagi semangat antara rekan kerja, solidaritas bisa semakin menguat. Rasa bahagia yang membuncah warga bersama prajurit, memacu semangatnya untuk bersegera lanjut bekerja.
"Tesih kuat mboten pak Sindu? Mriki kulo bantu angkat semene (masih kuat tidak pak Sindu? Sini saya bantu angkat semennya)," kata Sertu Adi menawarkan diri.
"Nggih kuat to pak Tentara, isih abot ninggalne anak bojo mangkat penugasan to pak, (masih kuat pak Tentara, masih berat meninggalkan anak istri berangkat tugas)" sahut Sindu.
Lelah bukan berarti menjadi lemah. Semua membuang jauh rasa gengsi, sama-sama merasakan jerih payah di antara rerumpun semak di tepian ladang. Masih lebih melelahkan menunggu pembangunan jembatan selama bertahun waktu daripada sekedar berjibaku dengan bahan bangunan itu.
Seluruh personel yang terlibat baik dari Kodim 0723/Klaten, Lanud Adi Soemarmo, Polsek Cawas maupun warga terlihat kompak. Kekompakan itu pun mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat.