Potret Prajurit TNI dan Petani Berjibaku Bangun Jembatan Beton di Desa Nanggulan Klaten
Usai santap sarapan bersama para prajurit masing-masing mulai bekerja menyisir satu per satu bahan penyusun jembatan. Cangkul mulai diayun ke pasir kemudian mengaduknya. Ada juga yang menggunakan molen pengaduk campuran beton. Semen, batu dan air mulai diracik. Sementara yang lain merakit besi dan papan kayu cor untuk konstruksi jembatan.
Terkadang pekerjaannya pun dikejar waktu, seperti saat cuaca sedang tidak baik atau sampai turun hujan, tentu akan membuat pekerjaan semakin panjang.
Ketika kecapekan, mereka cenderung tak memilih tempat untuk beristirahat. Area kerja yang berantakan tetap bisa dimanfaatkan jadi tempat rehat.
"Tak leyeh-leyeh kene sik pak Tentara, awak rasane pegel kabeh (saya istirahat dulu pak Tentara, badan pegal semua)," ujar Sindu Raharjo (57) saat merebahkan badan dengan alas rerumputan.
"Nggih pak, ampun dipeksakne, menawi sayah nggih istirahat rumiyin, kulo pijeti pripun? (Iya pak, jangan dipaksakan, kalau capek istirahat dulu, saya pijitin bagaimana?)" jawab Sertu Adi mencairkan kepenatan.