Petani di Semarang 23 Tahun Tak Gunakan Pupuk Subsidi Pilih Pakai Organik, Ini Alasannya
“Mulai dari tahun 1998, jadi kami memang sudah lama dan kami mempunyai pabrik, jadi pupuk organik itu kami budidayakan dan kami aplikasikan dari, oleh dan untuk petani," katanya.
Dia mengatakan, banyak sekali manfaat dalam menggunakan pupuk organik, salah satu yang ia rasakan adalah pupuk organik dapat menghilangkan ketergantungannya terhadap pupuk subsidi pemerintah.
"Jadi kami punya teknologi, dan kami bermitra dengan beberapa perguruan tinggi kemudian dari laboratorium untuk bagaimana membuat, memproduksi bagaimana pupuk organik itu standarisasi internasional. Jadi kalau sekarang ada kelangkaan pupuk atau sulit semakin mahal, nah kami 23 tahun sudah tidak merasakan itu. Kami tidak memakai pupuk subsidi dari pemerintah," ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut Musthofa, dirinya sebagai anggota Asosiasi Organik Indonesia (AOI) khususnya di Jawa Tengah telah mengembangkan sekitar 1800 hektare yang menggunakan pupuk organik.
"Ini di kantong-kantong kecamatan, desa, petani sudah menggunakan pupuk sendiri. Dan kami punya alat tester untuk mengukur kesuburannya, pH nya dan ini dimiliki oleh petani," katanya.