Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sidak Pasar Curug, BPOM Tangerang Temukan 3 Bahan Makanan Mengandung Formalin
Advertisement . Scroll to see content

Pabrik Obat HIV di Semarang Mulai Berproduksi

Kamis, 27 Februari 2020 - 15:24:00 WIB
Pabrik Obat HIV di Semarang Mulai Berproduksi
Kepala Balai Pengawas Obat Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito (kanan) menyerahkan sertifikat izin edar untuk dua produk obat HIV. (Foto: Antara/I.C.Senjaya)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara itu selaku produsen obat HIV, Direktur Utama PT Sampharindo Retroviral Indonesia M Syamsul Arifin menjelaskan, sudah lima jenis obat yang diajukan ke BPOM. Kali ini baru dua yang sudah mengantongi izin edar.

"Ada lima jenis obat yang kami ajukan ke BPOM, hari ini sudah keluar dua," ucapnya.

Menurut dia, dari sekitar 600.000 pengidap HIV di seluruh Indonesia, baru sekitar 17 persen yang ditangani dan menjalani pengobatan. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengobatan HIV/ Aids, lanjut dia, karena produk yang digunakan masih jarang dan harganya mahal.

Padahal, menurut dia, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan HIV ini yakni dengan pengobatan rutin.

Keberadaan pabrik ini, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan jumlah penderita yang diobati sehingga bisa mencegah pula penularan.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut