Pabrik Obat HIV di Semarang Mulai Berproduksi
Sementara itu selaku produsen obat HIV, Direktur Utama PT Sampharindo Retroviral Indonesia M Syamsul Arifin menjelaskan, sudah lima jenis obat yang diajukan ke BPOM. Kali ini baru dua yang sudah mengantongi izin edar.
"Ada lima jenis obat yang kami ajukan ke BPOM, hari ini sudah keluar dua," ucapnya.
Menurut dia, dari sekitar 600.000 pengidap HIV di seluruh Indonesia, baru sekitar 17 persen yang ditangani dan menjalani pengobatan. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengobatan HIV/ Aids, lanjut dia, karena produk yang digunakan masih jarang dan harganya mahal.
Padahal, menurut dia, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan HIV ini yakni dengan pengobatan rutin.
Keberadaan pabrik ini, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan jumlah penderita yang diobati sehingga bisa mencegah pula penularan.
Editor: Nani Suherni