Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ledakan Mesin di Pabrik Herbal Semarang, 1 Pekerja Tewas 7 Luka Bakar
Advertisement . Scroll to see content

Olah TKP, Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Maut Mesin di Pabrik Herbal Semarang

Rabu, 01 Juli 2026 - 16:26:00 WIB
Olah TKP, Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Maut Mesin di Pabrik Herbal Semarang
Kapolsek Ngaliyan Kompol Aliet Alphard. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Polisi menyelidiki penyebab ledakan mesin di pabrik pengolahan tepung herbal Raw Botanical di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu pekerja tewas dan tujuh pekerja lainnya luka-luka.

Ledakan diduga berasal dari mesin pengolahan yang berada di bagian belakang pabrik. Sesaat setelah kejadian, korban yang terluka segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, sementara korban tewas dibawa setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi mengerahkan empat unit armada. Meski tidak ditemukan adanya kebakaran, bangunan di sekitar titik ledakan mengalami kerusakan cukup parah akibat kuatnya tekanan.

"Ada tekanan tinggi lalu mesinnya itu enggak sepanas seperti biasanya. Jarak 1-2 meter itu karyawannya sudah terasa panas. Yang bagian tanggung jawab tekanan mau mengecek tapi sudah tidak sempat, keburu meledak," ujar Koordinator Lapangan Damkar Kota Semarang, Bambang Setyawan di lokasi.

Sementara itu, Kapolsek Ngaliyan Kompol Aliet Alphard menyampaikan, dugaan awal mengarah pada tekanan tinggi di mesin pengolahan. Namun, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan.

"Pukul 09.56 terjadi ledakan tabung sterilisasi. Korban satu meninggal dunia, tujuh luka bakar," ujar Kompol Aliet.

Hingga kini, Polrestabes Semarang masih melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti ledakan mesin yang menewaskan satu pekerja dan melukai tujuh pekerja lainnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut