New Normal, Ini Penjelasan Pakar tentang Masa Depan Industri Perunggasan
JAKARTA, iNews.id - New normal atau tatanan baru di tengah pandemi Covid-19 mulai diberlakukan di berbagai sektor, termasuk industri peternakan. Masa depan industri ini, khususnya perunggasan, diyakini masih positif di era new normal.
Menurut pakar, harga ayam broiler dan telur di Indonesia secara konsisten lebih tinggi daripada negara-negara di Eropa dan Amerika. Selain itu, penduduk Indonesia yang mayoritas muslim membuat permintaan terhadap produk unggas lebih kuat.
“Pertumbuhan produk atau industri unggas yang konstan, namun didukung kenaikan permintaan membuat harga produk unggas tetap tinggi. Ini yang menjadikan harapan terhadap industri perunggasan tetap positif,” ujar Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof Ismoyowati dalam talkshow Strategi Industri Peternakan dalam menghadapi Era Kenormalan Baru, Sabtu (13/6/2020).
Ismoyowati mengatakan, industri perunggasan merupakan sektor utama bagi perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang 65 persen suplai protein hewani di Indonesia dan menyerap 10 persen angkatan kerja nasional.
“Untuk menjaga agar industri perunggasan bisa berkembang baik, perlu ada koordinasi di antara perusahaan penyedia DOC (day old chick), sehingga tidak terjadi oversupply yang berlebihan yang menjadikan harga menjadi rendah,” ujarnya.