Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prihatin Situasi Politik saat Ini, UNS Ingatkan DPR dan Pemerintah Miliki Kepekaan Sosial
Advertisement . Scroll to see content

Muncul Omicron, Pakar RS UNS Sebut Vaksin Tetap Bermanfaat Cegah Penularan Covid-19

Senin, 07 Februari 2022 - 14:22:00 WIB
Muncul Omicron, Pakar RS UNS Sebut Vaksin Tetap Bermanfaat Cegah Penularan Covid-19
Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dr Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK(K), Ph.D, FISQua. Foto: dok.
Advertisement . Scroll to see content

Jika ditemukan kasus penularan Covid-19 di antara kelompok yang sudah divaksin, maka bisa disebut Breakthrough Infection atau mudahnya disebut B-Infection rate. "Simulasi pertama seandainya dianggap semua kasus baru itu terjadi pada yang sudah tervaksin minimal satu dosis, maka B-infection rate sebesar 0,99 persen," kata dr Tonang.

Pada simulasi kedua, seandainya jumlah kasus baru Covid-19 proporsional sebesar 68 persen atau 13 dari 18 kasus pada kelompok tervaksinasi dan 32 persen atau 5 dari 18 kasus pada kelompok belum divaksin, maka B-Infection rate sebesar 0,68 persen. 

"Simulasi ketiga seandainya jumlah kasus sama banyak, sebut saja 9 dari 18 kasus masing-masing pada kelompok tervaksinasi dan belum tervaksinasi, maka B-Infection rate adalah 0,49 persen," katanya.

Jika dilihat dari laporan luar negeri, jumlah yang terinfeksi Covid-19 pada kelompok belum tervaksinasi secara proporsional lebih besar. "Bila itu terjadi juga di Indonesia, maka B-Infection rate akan lebih rendah lagi," kata dr Tonang.

Melalui ketiga simulasi tersebut, saat kondisi paling pesimistis, yaitu pada simulasi pertama sekitar 99 persen orang yang sudah tervaksinasi dapat tercegah dari infeksi Covid-19.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut