Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prihatin Situasi Politik saat Ini, UNS Ingatkan DPR dan Pemerintah Miliki Kepekaan Sosial
Advertisement . Scroll to see content

Muncul Omicron, Pakar RS UNS Sebut Vaksin Tetap Bermanfaat Cegah Penularan Covid-19

Senin, 07 Februari 2022 - 14:22:00 WIB
Muncul Omicron, Pakar RS UNS Sebut Vaksin Tetap Bermanfaat Cegah Penularan Covid-19
Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dr Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK(K), Ph.D, FISQua. Foto: dok.
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id - Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dr Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK(K), Ph.D, FISQua menyatakan vaksin tetap bermanfaat mencegah penularan Covid-19. Meskipun yang sudah divaksin berpeluang tertular, namun vaksinasi bisa mengurangi tingkat keparahan dan kematian. 

"Pada uji klinik dulu, target yang sudah terbukti memang baru pada tahap mencegah gejala. Belum teruji apakah mampu mencegah infeksi. Setelah dipakai satu tahun lebih, ada data yang bisa dianalisis," kata Tonang Dwi Ardyanto melalui siaran pers Humas UNS, Senin (7/2/2022). 

Kendati muncul varian Omicron, pemerintah tetap menggencarkan vaksinasi dengan menggunakan vaksin Covid-19 yang sudah ada. Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster sejak tanggal 12 Januari 2022 yang lalu. Vaksin booster diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan. 

Jika dilihat dari data dari tanggal 1-4 Februari 2022, secara kumulatif terdapat 183.974 kasus Covid-19 baru. Ia lalu menyimulasikan bila jumlah sebenarnya dianggap sebesar sepuluh kali lipat, maka total kasus kumulatif sebanyak 1.839.740. 

jika ditengok dari persentase masyarakat yang sudah divaksinasi lengkap hingga saat ini, sudah mencapai 48 persen atau setara 130.462.639 orang. Sedangkan total yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 68 persen atau setara 186.205.028 orang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut